Jumat, 21 Agustus 2009

Biarkan Rasa itu berlalu

Ku terperangah dalam keterkejutan
Kala kau jujur tentang sebuah perasaan
Begitu senang hatiku
Ketika kau bilang kau cinta aku

Namun kenapa semua itu disaat yang tak tepat
Karena engkau telah terpatri pada janji yang mengikat
Kepada seseorang yang ku jadikan sahabat

Ternyata memang waktu yang lebih berkuasa
Dari impian dan keinginan kita
Namun semua juga salah didiriku yang ada
Karena tak bernyali atas adanya cinta

Sekarang
Biarkan rasa itu berlalu
Ku ingin kau tetap bahagia dengan dia disisimu

Kuhanya mampu ucapakan terima kasih telah mencintaiku
Kan kujadikan energiku dalam menggapai cintaku
Kelak.........

Berikan Aku Waktu

Kemanakah dirimu sewaktu ini
Ku begitu merinduimu
Dilanda kesibukankah
Atau memang mau menghidariku...

Jujur aku begitu sunyi
Kala kabarmu tak terdengar lagi
Ku ingin mencarimu
Namun keraguan ini menjamuku

Wahai Pujaan hati
Adakah waktu yang kau beri
Tuk menyemaikan rasa rindu ini
Yang semakin membahana dalam hati

Andai kau tahu
Dan ku ingin kau tahu
Tentang rasa yang ku rasakan
Bukan hanya tentang kerinduan

Aku punya cinta untukmu
Ku ingin menyemaikannya padamu
Andai kau tahu dan ku yakin kau tahu
Yang ku tak tahu adakah rasa yang sama dihatimu

Jika kau ijinkan aku menyemaikannya
Begitu bahagia rasa yang ku punya
Jika kau tak menyemaikannya
Tak apa....karena cintaku tak memaksa

Yang ku ingin
Berikan waktu untukku mengatakannya
Bahwa aku mencintaimu.....

Kamis, 23 Juli 2009

Percayalah.....

Saat ku mencintaimu hati ini yang bicara
Saat ku berjanji kepadamu kejujuran ini yang berkata
Jangan kau ragukan dengan perjalanan yang kita lalui
Meski terkadang mendung menghantui

Biar rinai hujan terkadang mendinginkan kita
Dengan begitu kita tahu hangatnya sang mentari
Tak pernah ada sebuah keajaiban dalam meraih kebahagian
Semua penuh dengan onak yang berdiri

Aku percaya akan kekuatan cintamu
Sehingga cintaku tak akan mengekang kebebasanmu
Aku percaya akan janjimu
Sehingga kesetiaan ini tak gentar di terpa badai

Ku hanya mau bisikan satu kata di telingamu
Kala engkau bersandar di sisiku
Aku akan Bahagiakan kamu
Dengan segala kemampuan diriku

Engkau kah itu....

Tak bisa aku pungkiri
Tentang rasa yang ada dihatiku ini
Ku ingin kau mengerti jangan untuk dipahami
Tuk berikan waktu meski hanya detik yang aku lalui
Bersamamu.....

Ku begitu memahami diriku
Namun tidak demikian perasaan yang ada dihatiku
Tak pernah aku menumbuhkannya bahkan menanamnya
Kehadirannya tak pernah ku duga sejak kala

Hatiku bertanya
Benarkan ini....
Engkau kah itu....
Saat cinta terus menari dalam jiwa

Dimanakah aku bisa menyemaikan rasa ini
Sedang waktu terus tak memberikannya
Andai kau baca goresan pena ini
Berikan aku kesempatan....

Jangan kau takut untuk mengatakan tidak
Jangan kau ragu untuk menyatakan iya
Aku hanya ingin menyampaikan rasa yang bergejolak
Bukan memaksa engkau untuk menerima

Jika engkau memang cinta itu
Aku hanya ingin kau tahu
Jika engkau mahkota itu
Biarkan bersemayam dalam hatiku

Mengapa

Haruskah rasa ini kita semaikan
Menjadi bait – bait dalam syair yang indah
Dendangkan kebahagian
Saat aku petik melodi dan engkau bernyanyi

Ntah mengapa …..
Aku berharap semua menjadi nyata
Meski aku tahu didepan sana sudah terbaca
Tentang mendung yang akan melanda
Tentang perbedaan yang kita punya……

Namun …..
Keyakinan ini menampik itu semua
Sebab takdir bukan kita yang punya
Dan perasaan bukan kita yang menjadi petunjuk arah…….
Cintalah yang menunjukan kearah kita

Salahkah bila aku mencintaimu…..
Salahkah aku bila aku ingin hidup bersamamu
Sedangkan semua itu tak pernah terbesit awal dihatiku
Jika memang harus ada pilihan….
Harus dimanakah aku meletakan pilihan itu…..
Tuhan ….Engkau tahu yang terbaik buat diriku
Tunjukan dalam waktu yang ku peluk ……..

Senin, 05 Januari 2009

Rasa Yang Tersimpan

Aku ingin seperti awan
Yang mendamaikanmu dengan kelembutannya
Meski tak dapat kau menyentuhnya

Biarkan aku menjadi pelangimu
Yang memberi warna indah dikehidupanmu
Meski tak dapat kau mendekatinya

Jadikanlah aku angin
Yang membelaimu dengan kesejukannya
Meski tak dapat kau melihatnya

Kurelakan aku mimpimu
Yang mencerahkanmu dalam lelap tidurmu
Meski tak pernah terwujud dalam kenyataan

Akulah awanmu....
Akulah pelangimu
Akulah anginmu
Akulah mimpimu...

Kita memang tak mungkin bersama
Merangkai asa yang kita punya
Sebab suratan takdir telah tertulis disana
Dan bukan tentang kebersamaan kita

Biarlah rasa ini menjadi asa yang tersimpan
Dalam hati yang penuh rasa cinta
Jangan kau hentikan hidupmu berjalam
Masih ada kehidupan lain yang jadikan kita bersama
Disana......disinggasana Tuhan

Aku tetap lilinmu
Menerangimu menyusuri kehidupan
Meski aku harus sirna dalam keabadian.....
Demi cinta....yang tercipta

Kamis, 18 Desember 2008

Apakabar mu ?

Ranum harum pelangi dalam senja hari
Membawa basah rinai hujan sewaktu ini
Dingin membalut rasa dalam gelap yang menanti

Malam datang siangpun hilang
Rona bulan bersama bintang dalam terang
Lewat kaca aku menatap awan
Melihat keagungan dalam keajaiban Tuhan

Ingat ku padamu
Meski belum pernah mata ini menatapmu
Namun wajahmu terkadang menari dalam pesonaku

Apakabarmu sewaktu ini
Semoga kebaikan Tuhan masih menjadi teman sejati
Bersama aroma kehidupan yang sedang kau nikmati
Tataplah pelangi didepan sana
Karena keindahan dan kesuksesan adalah buah langkah yang kau semaikan dalam hidup ini .....